Doa Ismul Adzom Rasulullah SAW

Doa Ismul Adzom Rasulullah SAW : Lengkap

Posted on

Slingadigital.com – Doa Ismul Adzom Rasulullah SAW : Lengkap. Doa Ismul Adzom merupakan salah satu doa yang memiliki keutamaan yang sangat besar dalam ajaran Islam. Nama ini merujuk kepada rangkaian kata yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW, sebagai bentuk doa yang amat dianjurkan dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang Doa Ismul Adzom Rasulullah SAW, maknanya, serta pentingnya bagi umat Muslim.

Ismul Adzom Adalah?

Ismul Adzom, secara bahasa, mengacu pada nama-nama yang agung atau besar. Istilah ini dalam konteks Islam merujuk kepada nama-nama agung milik Allah SWT yang biasanya diucapkan dalam kalimat doa. Umat Muslim diajak untuk menyebut Ismul Adzom kapan pun mereka berdoa, khususnya saat mereka berkomunikasi batin dengan Allah SWT. Hal ini bertujuan untuk mengagungkan kebesaran-Nya dan mengakui kekuasaan Allah sebagai Tuhan seluruh alam.

Dalam kitab “Keutamaan Alquran dalam Perspektif Hadits” karya H. Ahsantudhonni, MA., disebutkan bahwa Ismul Adzom sering kali tercantum dalam ayat-ayat Alquran. Sebagai contoh, dalam hadits dari sahabat Abi Umamah, Rasulullah SAW menyebutkan:

“Nama Allah yang agung adalah lafadz-lafadz yang apabila disebutkan dalam doa, maka Allah akan mengabulkan doa kita. Nama-nama itu terdapat dalam tiga surat yaitu surat Al Baqarah, surat Ali Imran, dan surat Thoha. Ismul ‘adzom yang dimaksud adalah lafadz Al-Hayyu Al-Qayyum.” (HR Imam Al Faryabi)

Dengan demikian, pengucapan Ismul Adzom bukan hanya sebagai ungkapan pengagungan, tetapi juga sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pengakuan atas kekuasaan-Nya yang Maha Agung dan Maha Hidup.

Pendapat Ulama tentang Ismul A’zham

Pendapat para ulama mengenai Ismul A’zham, atau nama Allah yang paling agung, mencerminkan berbagai perspektif yang beragam namun pada akhirnya mengarah pada satu pemahaman yang fundamental: bahwa setiap nama Allah memiliki keagungan dan tidak sepatutnya diutamakan satu atas yang lain.

Baca Juga:  Mengenal Kujang Ciung Cirebon : Secara Lengkap

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik, Nabi Muhammad SAW menyebutkan tentang Ismul A’zham, yaitu nama Allah yang apabila dimohon dengan menggunakan nama tersebut, pasti doa akan dikabulkan. Hal ini memunculkan banyak spekulasi dan pertanyaan di kalangan umat Islam mengenai mana yang sebenarnya Ismul A’zham di antara nama-nama Allah yang banyak.

Imam al-Suyuthi dalam karyanya “al-Dur al-Munazam fi Ismillahi al-A’zham” mengulas pendapat-pendapat dari berbagai ulama terkemuka terkait dengan Ismul A’zham. Salah satu pendapat yang diajarkan adalah bahwa tidak ada perbedaan yang sebenarnya antara nama-nama Allah, dan bahwa setiap nama Allah adalah Ismul A’zham. Ulama-ulama yang mengikuti pendapat ini antara lain Abu Ja’far Thabari, Abu Hasan al-Asy’ari, Abu Hatim (Ibnu Hibban), dan Abu Bakar al-Baqilani.

Menurut pandangan ini, tidak boleh bagi seorang hamba untuk lebih mengutamakan salah satu nama Allah atas yang lainnya dalam doa-doa mereka. Semua nama Allah memiliki keagungan yang sama, dan penghambaan yang benar adalah dengan mempergunakan setiap nama Allah dengan penuh penghormatan dan pengagungan. Oleh karena itu, ketika berdoa, yang terpenting adalah menyebut nama-nama Allah dengan keyakinan bahwa setiap nama itu sendiri adalah Ismul A’zham, nama Allah yang paling agung.

Doa Ismul Adzom Rasulullah SAW

Doa ismul a’dzam adalah doa dengan nama Allah yang paling agung. Siapa pun yang berdoa dengan ismul ‘adzam ini, maka Allah pasti akan mengabulkannya. Berikut adalah lafadz doa ismul a’dzam;

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّه لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Allohumma inni as-aluka bi anni asyhadu annaka antallahu la ilaha illa antal ahadus shomadullazi lam yalid wa lam yulad wa lam yakullahu kufuwan ahadun.

“Ya Allah, aku memohon (pertolongan) kepada-Mu. Aku bersaksi bahwa Engkau adalah Allah. Tiada tuhan selain Engkau Yang Maha Esa, tempat bergantung yang tiada melahirkan dan tiada dilahirkan, serta tiada apapun yang menyamai-Nya.”

Doa ini bersumber dari hadis riwayat Imam Abu Dawud, Tirmizi, Nasai dan Ibnu Majah dari Buraidah, dia berkata;

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم سمع رجلا يقول: اللهم إني أسألك بأني أشهد أنك أنت الله لا إله إلا أنت الأحد الصمد الذي لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد. فقال: لقد سألت الله تعالى بالاسم الذي إذا سئل به أعطى، وإذا دعي أجاب

“Sesungguhnya Rasulullah Saw mendengar salah seorang sahabatnya berdoa dengan mengucapkan, ‘Allohumma inni as-aluka bi anni asyhadu annaka antallahu la ilaha illa antal ahadus shomadullazi lam yalid wa lam yulad wa lam yakullahu kufuwan ahadun.’ Rasulullah Saw kemudian berkata, ‘Kamu telah memohon kepada Allah dengan nama (agung) yang mana Dia akan memberikan karunia-Nya bila diminta dengan nama tersebut, dan Dia akan mengijabah seseorang yang berdoa memanggil-Nya dengan nama tersebut.’”

Doa ini juga dikutip oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Azkar al-Nawawiyah.

Baca Juga:  Mengenal Manfaat Rajah Khatim Sulaiman

Keutamaan Membaca Ismul Adzom

Keutamaan membaca Ismul Adzom, atau nama-nama Allah yang agung, merupakan aspek penting dalam kehidupan spiritual umat Muslim. Dari nama-nama ini, para waliyullah dan imam rabbani memperoleh pemahaman mendalam tentang hikmah ilahi. Mereka mampu menggali makrifat, atau pengetahuan yang dalam tentang Allah SWT, yang kemudian mereka sampaikan melalui karya-karya luhur yang menjelaskan tentang hubungan yang erat antara manusia dengan Sang Pencipta.

Dalam kitab “Rahasia Energi Zikir” karya K.H.M. Aby Zamry, disebutkan beberapa nama Ismul Adzom yang indah dan bermanfaat, antara lain :

al-Hayyu (Yang Hidup),
al-Qayyum (Yang Berdiri Sendiri),
ar-Rahman (Yang Maha Pengasih),
ar-Rahim (Yang Maha Penyayang),
al-Malik (Yang Maha Penguasa),
al-Quddus (Yang Maha Suci),
al-Kabir (Yang Maha Besar),
al-Muntaha (Yang Maha Akhir),
al-Kafi (Yang Maha Memadai),
al-Ghani (Yang Maha Kaya),
al-Mughni (Yang Maha Memberi Kekayaan),
al-Fattah (Yang Maha Pembuka),
dan ar-Razzaq (Yang Maha Memberi Rezeki).

Nama-nama ini bisa digunakan sebagai awalan dalam doa dan dzikir rutin setelah shalat fardu.

Para ulama menekankan bahwa dzikir Ismul Adzom memiliki kekuatan untuk mengubah suasana jiwa seseorang menjadi lebih positif. Melalui penghayatan nama-nama ini, seseorang dapat merasakan kedekatan dengan Allah SWT yang membawa keyakinan akan pertolongan-Nya. Sebagai contoh, dengan menghayati nama ar-Rahman (Yang Maha Pengasih), seseorang akan merasakan dan memancarkan kasih sayang dalam hati. Ketika kasih sayang ini diamalkan, orang lain pun cenderung akan merespons dengan perasaan yang serupa.

Keutamaan Ismul Adzom telah didukung oleh dalil-dalil shahih yang diterima dalam tradisi Islam. Dalam kitab “al-‘Uddah li al-Kurabi wa al-Syiddah” karya Imam Dhiya’uddin al-Maqdisi, disebutkan bahwa Rasulullah SAW dan para sahabatnya sendiri mengamalkan Ismul Adzom ketika mereka dihadapkan pada masalah atau kesulitan dalam kehidupan mereka.

Baca Juga:  Filosofi Bambu Junjung Derajat : Lengkap

Dengan demikian, membaca Ismul Adzom tidak hanya memperdalam hubungan spiritual dengan Allah SWT, tetapi juga memperkuat keyakinan dan mengubah pola pikir serta perilaku seseorang ke arah yang lebih baik, sesuai dengan ajaran Islam yang penuh kasih dan rahmat.

Penutup

Doa Ismul Adzom Rasulullah SAW merupakan salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yang memiliki keutamaan besar dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Dengan merenungkan dan mengamalkan doa ini, kita dapat memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT serta meningkatkan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan kita.

Semoga dengan mengamalkan Doa Ismul Adzom Rasulullah SAW ini, kita senantiasa dilimpahi rahmat dan hidayah-Nya dalam segala urusan kita. Marilah kita terus berdoa dan berusaha untuk mendekatkan diri kepada-Nya, menjadikan setiap amal kita sebagai bentuk ibadah yang tulus dan ikhlas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *