Cara Menjawab Shalawat yang Benar

Cara Menjawab Shalawat yang Benar

Posted on

Slingadigital.comCara Menjawab Shalawat yang Benar. Tahukah Anda bahwa menjawab shalawat dengan benar adalah tanda penghormatan dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW? Shalawat adalah doa dan permohonan keberkahan kepada Nabi, dan memahami cara menjawabnya adalah hal penting dalam kehidupan seorang Muslim.

Pada artikel ini Slingadigital.com akan membahas dengan detail cara menjawab shalawat yang benar dan mengapa hal ini memiliki makna mendalam dalam praktik keagamaan kita. Mari kita mulai dengan menjelajahi pentingnya menjawab shalawat dengan penuh kekhusyukan dan penghormatan.

Cara Menjawab Shalawat yang Benar

Dalam menjawab shalawat yang benar, penting untuk memahami bahwa menanggapi seruan orang lain untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah suatu tindakan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam.

Pendapat ulama sebagian besar adalah bahwa hal ini adalah sunnah, meskipun beberapa di antara mereka juga berpendapat bahwa bisa menjadi wajib dalam beberapa situasi.

Namun, kenyataannya adalah bahwa pemahaman tentang ini sering kali kurang dikenal, terutama di kalangan masyarakat awam.

Ketika mereka mendengar ajakan untuk bershalawat, seringkali mereka bingung dan tidak memberikan respons karena minimnya pemahaman tentang masalah ini.

Namun, banyak di antara mereka yang meresponsnya dengan menyebut kalimat “Shollu ‘alaih” (صلوا عليه).

Namun, ternyata jawaban semacam ini memiliki kekurangan dalam konteks yang lebih mendalam. Ungkapan “shollu ‘alaih” sebenarnya adalah perintah bagi kita untuk mengajak orang lain untuk membaca sholawat atas Nabi Muhammad.

Ini adalah bentuk perintah (fi’il amar) yang ditujukan kepada kelompok laki-laki (جمع مذكر) secara umum, termasuk pula kelompok perempuan (جمع مؤنث).

Baca Juga:  Mengenal Arti Raudhatul Min Riyadhil Jannah

Oleh karena itu, jika kita merespons seruan dengan menggunakan frasa “shollu ‘alaih” (صلوا عليه), sebenarnya kita sedang menginstruksikan orang lain untuk bersholawat, bukannya kita sendiri yang membaca sholawat.

Padahal, pada awalnya, kita diberi seruan atau perintah untuk membaca sholawat atas Nabi Muhammad, tetapi dalam respons kita malah menggunakan kata-kata yang sama dengan seruan untuk bersholawat. Dalam hal ini, terdapat kesalahan pemahaman jika kita menjawab dengan menggunakan frasa “shollu ‘alaih”.

Sebaliknya, sebaiknya kita memberikan respons dengan menggunakan frasa seperti “Allahumma sholli ‘alaih” (اللهم صل عليه) atau “Yaa Robbi Sholli ‘Alaih” (يا رب صل عليه) atau “Shollallaahu ‘alaih” (صلّی اللہ علیہ). Frasa-frasa ini merupakan bentuk sholawat yang kita mohonkan dari Allah SWT agar ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW.

Dengan demikian, kita menjaga kekhususan sholawat kepada Nabi dan tidak membingungkan instruksi untuk bersholawat kepada orang lain. Ini adalah cara yang tepat dalam menjawab seruan sholawat.

Hukum Menjawab Shalawat Dalam Islam

Hukum menjawab sholawat yang diserukan orang lain adalah sunnah, sebagian ulama mengatakan wajib. Hal ini banyak tidak diketahui atau dipahami terutama oleh orang awam, sehingga ketika mendengar seruan untuk bersholawat, mereka sering kali diam dan tidak memberikan jawaban karena ketidaktahuan mereka akan masalah ini.

Namun, banyak di antara mereka yang menjawab dengan menyebutkan kalimat “Shollu ‘alaih”. Apakah jawaban tersebut sudah benar?

Ternyata, jawaban seperti itu kurang tepat. Kalimat “Shollu ‘alannabi Muhammad” merupakan sebuah perintah bagi kita untuk membaca sholawat atas Nabi Muhammad dengan kata “shollu” yang merupakan fi’il amar yang ditujukan untuk kelompok laki-laki secara umum (جمع مذكر), termasuk juga kelompok perempuan (جمع موءنث) dalam konteks ini.

Baca Juga:  Makna Dan Kandungan Surat Yasin Ayat 82 Beserta Terjemahan

Dengan menjawab menggunakan kalimat “shollu ‘alaih” (صلوا عليه), sebenarnya kita memerintahkan orang lain untuk membaca sholawat, bukan kita sendiri yang membaca sholawat.

Padahal, awalnya kita diseru atau diperintah untuk membaca sholawat atas Nabi Muhammad, tetapi kita malah menjawab dengan kalimat yang sama yang seharusnya digunakan untuk merespons seruan untuk bershalawat.

Maka di sini terjadi salah kaprah jika kita menjawab dengan menggunakan kalimat “shollu alaih”. Sebaiknya, kita seharusnya menjawab dengan menggunakan kalimat “Allahumma sholli ‘alaih” (اللهم صل عليه) atau “Yaa Robbi Sholli ‘Alaih” (يا رب صل عليه) atau “Shollallaahu ‘alaih” (صلّی اللہ علیہ). Kalimat-kalimat ini merupakan sholawat yang kita mohonkan dari Allah SWT untuk ditujukan kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW.

“Allahuma sholli ‘alaa sayyidina muhammad wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa salim.”

Penutup

Dalam penutup artikel ini, kita telah mempelajari pentingnya menjawab shalawat dengan benar. Respons terhadap seruan untuk bershalawat adalah tindakan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Dengan memberikan jawaban yang benar, kita tidak hanya memenuhi sunnah, tetapi juga menjaga kekhususan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Menggunakan kalimat sholawat yang sesuai, seperti “Allahumma sholli ‘alaih” (اللهم صل عليه) atau “Yaa Robbi Sholli ‘Alaih” (يا رب صل عليه) atau “Shollallaahu ‘alaih” (صلّی اللہ علیہ), adalah tanda penghargaan kita terhadap kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW. Semoga kita semua dapat menjawab shalawat dengan benar dan senantiasa mendapatkan berkah dan rahmat dari Allah SWT. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *