Etika Berkomunikasi Dalam Penyampaian Informasi

Posted on

Etika Berkomunikasi Dalam Penyampaian Informasi – Istilah konfirmasi bila ditinjau dari segi Etimologi (bahasa) berasal dari bahasa Inggris confirm atau conconfirmation yang berarti menguatkan, penguatan atau atau pengesahan. sedangkan konfirmasi dari segi istilah diantaranya yaitu konfirmasi akan memperteguh hubungan interpersonal, sedangkan diskonfirmasi akan merusaknya.

Pengertian konfirmasi selanjutnya dihubungkan dengan kegiatan bisnis  yang diantaranya untuk meminta kepastian terhadap calon pelanggan apakah diteruskan ke tahap kesepakatan (closing) atau tidak, maka pengertian konfirmasi keputusan pelanggan berarti upaya yang diperlukan pengusaha untuk menguatkan dan memastikan keputusan pembelian atau pembatalan pembelian dari calon pelanggan.

Konfirmasi juga untuk memperteguh hubungan interpersonal antara pengusaha dan  calon pelanggan ,dalam mengkonfirmasi keputusan pelanggan diperlukan  suatu komunikasi Bisnis yang efektif untuk itu Penjual harus memahami  serta menguasai terlebih dahulu Pengetahuan (ilmu) tentang Komunikasi.

Komunikasi antara penjual dan pembeli khususnya dalam melakukan konfirmasi kepada pelanggan mengenai produk yang dipesan  termasuk pada katagori komunikasi interpersonal menurut Jalaludin Rachmat dalam buku “Psikologi Komunikasi “, komunikasi interpersonal  dinyatakan efektif bila pertemuan komunikasi merupakan hal yang menyenangkan bagi komunikan artinya komunikasi penjualan dalam konfirmasi keputusan pelanggan tentang produk yang akan dibeli dikatakan efektif bila hasilnya dapat menyenangkan penjual.artinya produk yang kita tawarkan sesuai dengan keinginan pelanggan dan pelanggan merasa puas.

etika berkomunikasi dalam penyampaian informasi

 

Pengertian Komunikasi

Perkataan komunikasi adalah, berasal dari bahasa Latin, Communicare yang artinya sama. Jadi, secara etimologis komunikasi berarti proses untuk memperoleh pengertian yang sama.

Berdasarkan arti praktisnya, komunikasi adalah suatu proses pengiriman/penerimaan informasi, berita atau pesan antara dua orang  atau lebih dengan menggunakan cara yang tepat, sehingga informasi, berita atau pesan yang dimaksud dapat dimengerti oleh keduanya. dalam aktivitas di suatu organisasi bisnis, komunikasi merupakan aktivitas urgent yang memegang peranan sangat penting.

Baca Juga:  Digital Marketing Kuliner

Sebuah kegagalan dalam organisasi bisnis, banyak yang disebabkan oleh kurang tertatanya komunikasi bisnis yang dilakukan para  pelaku di organisasi tersebut. Keahlian seorang penjual dalam berkomunikasi melupakan alat promosi untuk mempengaruhi minat calon pembeli dalam berbelanja, komunikasi adalah proses untuk memperoleh  pengertian yang sama, menurut Willam C.H. Imstreet dan Wayne Murlyn Batty, dalam Business Communicatian: Principles and Method, Komunikasi adalah suatu proses pertukaran, Komunikais bisnis yang berhasil dengan baik, adalah komunikasi yang bisa dilakukan secara efektif sesuai dengan situasi dan kondisi di organisasi bersangkutan.

Pimpinan yang baik, tahu dan faham benar macam dan bentuk  komunikasi yang harus diterapkan saar bicara dengan bawahan misalnya. Atau seorang salesman faham menggunakan trik-trik approach  komunikasi saat akan mempersuasi calon klien atau pembeli.Intinya, jika  dilakukan dengan tepat, baik dan efektif, komunikasi akan menjadikan  salah satu item penting penentu sukses tidaknya sebuah organisasi.perusahaan.guna memahami apa dan bagaimana dan seperti  apa bussines communication atau komunikasi bisnis, Sebagaimana dikemukakan Johr R. Wenburg dan William W. Wilmot juga Kenneth K.  Sereno dan Edward M. Bodaken, setidaknya ada tiga pemahaman mengenai komunikasi, yakni komunikasi sebagai tindakan satu-arah, komunikasi sebagai interaksi, dan komunikasi sebagai transaksi.

Suatu pemahaman populer mengenai komunikasi manusia adalah  komunikasi yang mengisyaratkan penyampaian pesan searah dari seseorang (atau suatu lembaga) kepada seseorang (sekelompok orang)  baik secara langsung (tatap-muka) ataupun melalui media (selebaran),  surat kabar, majalah, radio, atau televisi.

Misalnya, seseorang itu mempunyai informasi mengenai suatu masalah, lalu ia menyampaikannya kepada orang lain, orang lain mendengarkan, dan mungkin berperilaku sebagai hasil mendengarkan pesan tersebut, lalu  komunikasi dianggap telah terjadi. Jadi, komunikasi dianggap suatu proses linier yang dimulai dengan sumber atau pengirim dan berakhir  pada penerima, sasaran atau tujuannya.  Jadi dapat disimpulkan, etika berkomunikasi adalah aturan dan berperilaku yang benar dalam menyampaikan berita/informasi.

Baca Juga:  Menerapkan Sistem Pendukung Keputusan Untuk Efisiensi Bisnis

5 Etika Berkomunikasi Dalam Penyampaian Informasi

Dalam menyampaikan informasi ada beberapa prinsip yang harus  diperhatikan yaitu:

• Menggunakan cara informasi yang paling mudah 

Komunikasi akan lancar apabila tidak ada reaksi mengenai informasi yang telah disampaikan dengan kata-kata yang tidak berbelit-belit.

• Menggunakan alat komunikasi yang sederhana.

Alat komunikasi dengan cara yang sederhana dengan menggunakan surat menyurat, telepon atau bicara langsung.  Adapun yang dimaksud dengan komunikasi langsung yaitu komunikasi tatap muka.

• Kesamaan pengertian.

Informasi atau berita yang dikirim harus memiliki kesamaan makna  dan pengertian bagi pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi.  Asas ini menghendaki agar informasi atau berita yang dikirim tidak  menimbulkan salah pengertian atau salah penafsiran bagi penerima  berita. Interprestasi yang berbeda-beda akan terjadi bila informasi  itu dikirimkan kepada lebih dari satu penerima berita yang tingkat  pengetahuan dan pengalamannya berbeda-beda. Akibatnya penafsiran terhadap informasi atau berita yang diterima akan berbeda-beda pula. Dalam hal ini perlu adanya konsistensi dan ketegasan isi berita/informasi.

• Penggunaan alat komunikasi yang sederhana.

Dalam komunikasi diperlukan penggunaan sarana atau media komunikasi yang sederhana. Suatu informasi atau berita yang tidak  begitu penting mungkin cukup dikirim melalui surat. Akan tetapi,  apabila berita itu sangat penting dan perlu segera diketahui, oleh  komunikan akan lebih efektif jika dikirim melalui telepon, telex, faksimili, radio atau televisi.

• Bermanfaat dan menguntungkan.

Dalam komunikasi harus diperhatikan hal-hal yang bersifat menguntungkan, baik dalam hal isi, alat, maupun cara penyampaian  informasi. Asas atau prinsip ini merupakan rangkuman daari prinsip  pertama, kedua, ketiga, dan keempat yang pada dasarnya menghendaki efesiensi dan efektivitas dalam berkomunikasi.

Dalam hal ini isi berita hendaknya dipilih berita-berita yang bersifat  umum, aktual, dan penting. Informasi atau berita itu harus objektif kebenarannya dan up-to date (tidak basi). Sarana informasi yang dipergunakan hendaknya disesuaikan dengan kepentingan, dan kebutuhan penyampaian berita hendaknya menyampaikan tepat waktu  dan situasi.

Baca Juga:  Jelaskan Apa Hubungan Informatika dengan Matematika

Pengetahuan dan ketrampilan berkomunikasi dan menggunakan alat-alat komunikasi merupakan ketrampilan dasar yang harus dimiliki  oleh seorang Pramuniaga atau tenaga penjual, karena sebagai tenaga  penjualan tentunya seorang Pramuniaga harus melakukan komunikasi baik dengan pembeli, rekan sekerja maupun atasan berkaitan dengan  tugas pekerjaannya.seorang pramuniaga juga harus membangun citra diri  atau kepribadian yang baik dan menarik, karena pramuniaga yang merupakan ujung tombak suatu perusahaan akan menggambarkan image perusahaan kepada pembeli atau pelanggan, jika pramuniaga memiliki kepribadian yang baik dan menarik, biasanya orang sulit melupakan, hal ini juga merupakan promosi bagi perusahaan, sebaliknya  jika pramuniaganya berkepribadian buruk akan merugikan perusahaan karena tidak akan ada pembeli yang mengunjungi perusahaan atau toko  tersebut, oleh karena itu seorang tenaga penjual/pramuniaga harus dapat  memiliki ketrampilan berkomunikasi agar dapat menjadi seorang komunikator yang baik.untuk iti agar komunikasi yang dilakukan kepada  pembeli dapat mencapai sasaran dalam arti pembeli akan melakukan  sesuai yang diinginkan oleh penjual, maka pramuniaga sebagai pihak  petugas penjualan selain harus memiliki ketrampilan berkomunikasi juga  harus berusaha menjaga etika dalaam berkomunikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *