Mengenal KH Asrori Al Ishaqi

Posted on

SlingaDigital – Mengenal KH Asrori Al Ishaqi. Dalam lintasan sejarah keilmuan dan keagamaan di Indonesia, nama KH Asrori Al Ishaqi menjulang tinggi sebagai sosok ulama yang penuh dedikasi dan kontribusi.

Melalui kehidupan dan kiprahnya, KH Asrori Al Ishaqi telah memberikan sumbangsih yang besar dalam memperkaya warisan intelektual dan spiritual masyarakat.

Artikel ini mengajak kita untuk lebih mendalami figur ulama hebat ini, menjelajahi perjalanan hidupnya, serta mengungkapkan warisan ilmu dan kearifan yang telah diwariskan kepada generasi-generasi penerus. Mari bersama-sama mengenal lebih dalam tokoh inspiratif ini yang telah mewarnai panorama keagamaan di Indonesia.

 

Tentang KH Asrori Al Ishaqi

Ahmad Asrori Al-Ishaqi, merupakan keturunan dari Kyai Utsman Al-Ishaqi, dan beliau memimpin Pondok Pesantren Al-Fithrah di Kedinding Surabaya. Terletak di Kelurahan Kedinding Lor, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, pondok pesantren ini tegak kokoh di atas lahan seluas kurang lebih 3 hektar. Nama Al-Ishaqi diambil dari Maulana Ishaq, ayah Sunan Giri, sebagai bagian dari keturunan Sunan Giri yang masih dipegang oleh Kiai Utsman.

Kiai Utsman, semasa hidupnya, merupakan seorang mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Tarekat Naqsyabandiyah dikenal sebagai salah satu tarekat yang memiliki pengaruh signifikan dalam dunia Islam dan menyebar luas dari Yugoslavia hingga Mesir di belahan barat, serta Indonesia dan Cina di belahan timur.

Setelah wafatnya Kiai Utsman pada tahun 1984, peran sebagai mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah dilanjutkan oleh putranya, yaitu Kiai Ahmad Asrori. Penunjukan langsung dari sang ayah menjadi pondasi bagi perjalanan ketokohan Kiai Asrori, yang kini melanjutkan warisan spiritual dan intelektual dari Kiai Utsman.

Baca Juga:  Keistimewaan dan Keindahan Wanita Tarim

Menjadi mursyid dalam usia yang masih muda ternyata bukan hal yang sederhana. Banyak dari pengikut Kiai Utsman yang enggan mengakui Kiai Asrori sebagai penerus yang sah. Sebuah catatan sejarah menceritakan bahwa pada tanggal 16 Maret 1988, sejumlah orang yang menolak itu memutuskan untuk meninggalkan Surabaya dan baiat kepada Kiai Sonhaji di Kebumen.

Sikap yang diambil oleh Kiai Asrori terhadap tindakan tersebut tidak dapat dipastikan, namun catatan sejarah menunjukkan bahwa beliau tidak gentar. Dalam semangat keteguhan hatinya, Kiai Asrori mendirikan pesantren Al-Fithrah di Kedinding Lor. Pesantren ini memiliki sistem klasikal dengan kurikulum pendidikan yang mengintegrasikan pengetahuan umum dan pengajian kitab kuning. Selain itu, beliau juga mencetuskan Al-Khidmah, sebuah jamaah yang sebagian anggotanya praktisi tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah.

 

Konstribusi KH Asrori Al Ishaqi

KH Asrori Al Ishaqi memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam berbagai aspek, terutama dalam bidang keilmuan, keagamaan, dan pendidikan di Indonesia. Berikut adalah beberapa kontribusinya yang patut diapresiasi:

1. Kepemimpinan sebagai Mursyid

Sebagai mursyid pada usia yang relatif muda, KH Asrori Al Ishaqi membuktikan bahwa kepemimpinan tidak terbatas oleh usia. Dedikasinya dalam membimbing pengikutnya dan memimpin jamaah mencerminkan kearifan dan kepemimpinan yang diakui oleh banyak kalangan.

2. Pembentukan Pesantren Al-Fithrah

Pendirian Pesantren Al-Fithrah di Kedinding Lor mencerminkan komitmen KH Asrori terhadap pendidikan dan penyebaran ilmu agama. Pesantren ini menawarkan kurikulum yang menggabungkan pengetahuan umum dengan pengajian kitab kuning, memberikan landasan pendidikan yang holistik.

3. Inisiatif Al-Khidmah

KH Asrori Al Ishaqi terlibat dalam membentuk Al-Khidmah, sebuah jamaah yang memadukan praktik tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Inisiatif ini menunjukkan peran beliau dalam memperkaya tradisi keagamaan di Indonesia dan menciptakan ruang bagi praktisi tarekat.

Baca Juga:  Keistimewaan dan Keindahan Wanita Tarim

4. Kesetiaan terhadap Tugas sebagai Mursyid

Meskipun dihadapkan pada tantangan, terutama dari sebagian pengikut Kiai Utsman yang menolaknya, KH Asrori tetap setia pada perannya sebagai mursyid. Keberanian dan keteguhan hatinya menciptakan fondasi bagi keberlanjutan peran spiritualnya.

5. Penggabungan Ilmu Umum dan Agama

Melalui pesantren yang didirikannya, KH Asrori Al Ishaqi berhasil mengintegrasikan ilmu umum dan ilmu agama. Hal ini membantu melahirkan generasi yang memiliki pemahaman holistik dan keseimbangan antara aspek spiritual dan duniawi.

Kontribusi-kontribusi ini menegaskan peran besar KH Asrori Al Ishaqi dalam membentuk wajah keislaman di Indonesia, menginspirasi banyak orang untuk mengejar ilmu dan kearifan spiritual.

Penutup

Itulah beberapa informasi tentang Mengenal KH Asrori Al Ishaqi yang bisa SlingaDigital Bagikan. Dalam perjalanan mengenal K.H. Asrori Al-Ishaqi, kita menyaksikan sejumput kehidupan yang penuh warna dan berjasa besar bagi keagamaan di Indonesia. Sebagai pemimpin Pondok Pesantren Al-Fithrah, K.H. Asrori tidak hanya menjadi pewaris tradisi keislaman keluarga, tetapi juga seorang penggerak keagamaan yang memantapkan pondasi spiritualitas di tengah masyarakat.

Kontribusinya yang terwujud melalui pengembangan pendidikan Islam, penyelenggaraan kegiatan keagamaan, pemeliharaan tradisi keagamaan, pengabdian sosial, dan perannya sebagai pemimpin spiritual, menjadikan K.H. Asrori Al-Ishaqi sebagai figur yang menginspirasi dan mewariskan nilai-nilai keislaman yang kokoh.

Dengan penuh pengabdian dan keikhlasan, beliau membimbing umatnya menuju pemahaman yang lebih mendalam akan ajaran Islam dan mengajak untuk menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai keimanan. Semoga perjalanan hidup dan kontribusi K.H. Asrori Al-Ishaqi terus memberikan inspirasi dan memberdayakan masyarakat, serta melanjutkan warisan keagamaan yang begitu berharga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *