Lirik Qasidah Ya Rasulullah Salamun Alaik

Lirik Qasidah Ya Rasulullah Salamun Alaik Lengkap

Posted on

SlingaDigital – Lirik Qasidah Ya Rasulullah Salamun Alaik Lengkap. Teks qasidah “Ya Rasulullah Salamun ‘Alaik” adalah sebuah ungkapan penghormatan dan rasa cinta yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW. Kata-kata yang disampaikan dalam qasidah ini menciptakan atmosfer kerinduan dan pengagungan kepada Rasulullah yang sangat dihormati dalam agama Islam.Dalam artikel kali ini SlingaDigital akan memberikan informasi dan menjelajahi lebih dalam lirik qasidah ini untuk memahami pesan dan maknanya yang mendalam.

 

 

Lirik Qasidah Ya Rasulullah Salamun Alaik Dengan Artinya

يَارَسُوْلَ اللهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ ۰۞۰ يَارَفِيْعَ اْلشَّانِ وَاْلدَّرَجِ
Yâ Rosûlallâh salâmun ‘alaik, yâ rofî’asy-syâni waddaroji
Wahai utusan Allah, semoga keselamatan tetap padamu, Wahai yang berbudi luhur dan bermartabat tinggi

عَطْفَةً يَاجِيْرَةَ اْلعَلَمِ ۰۞۰ يَاأُهَيْلَ اْلجُوْدِ وَاْلكَرَمِ
‘Athfatan yâ jîrotal ‘alami, yâ uhailal jûdi wal karomi
Rasa kasihmu wahai pemimpin tetangga, Wahai ahli dermawan dan pemurah hati

نَحْنُ جِيْرَانٌ بِذَا اْلحَرَمِ ۰۞۰ حَرَمِ اْلِإحْسَانِ وَاْلحَسَنِ
Nahnu jîrônu bidzâl haromi, haromil ihsâni wal hasani
Kami tetangga di tanah haram ini. Tanah haram tempat berbuat baik dan memberi kebaikan.

نَحْنُ مِنْ قَوْمٍ بِهٖ سَگنُوْا ۰۞۰ وَبِهٖ مِنْ خَوْفِهِمْ آمِنُوْا
Nahnu min qoumin bihî sakanû, wa bihî min khoufihim âminû
Kami dari kaum yang tinggal di tempat itu. Tempat yang mereka merasa aman dari ketakutan.

وَبِأٰياَتِ اْلقُرْآَنِ عُنُوْا ۰۞۰ فَاتَّئِدْ فِيْنَا أَخَا اْلوَهَنِ
Wa bi âyâtil qur-ãni ‘unû, fatta-id fînâ akhôl wahani
Dengan ayat-ayat Al-Qu’an mereka mendapat inayah. Renungkanlah di hati kita, wahai yang berjiwa lemah.

Baca Juga:  Bacaan Amalan Sholawat Fatih

نَعْرِفُ اْلبَطْحَا وَتَعْرِفُنَا ۰۞۰ وَالصَّفَا وَاْلبَيْتُ يَأْلَفُنَا
Na’riful bath-hâ wa ta’rifunâ, wash-shofâ wal baitu ya’lafunâ
Kami mengenal padang pasir dan ia mengenal kami, Bukit Shafa dan Baitil-Haram menawan hati kami.

وَلَنَا اْلمَعْلَی وَخَيْفُ مِنَا ۰۞۰ فَاعْلَمَنْ هٰذَا وَکُنْ زَکِنِ
Wa lanâl Ma’lâ wa khoifu minâ, fa’laman hâdzâ wakun zakini
Kami punya Ma’la dan masjid Kha’if di kota Mina. Ketahuilah ini, beradalah dan beribadahlah di sana.

وَلَنَا خَيْرُ اْلأَنَامِ أَبُ ۰۞۰ وَعَلِيُّ اْلمُرْتَضَی حَسَبُ
Wa lanâ khoirul anâmi abu, wa ‘Aliyyul murtadhô hasabu
Kami mempunyai ayah sebaik-baik makhluk. Dan adalah keturunan Ali yang diridhai.

وَإلىَ اْلسِّبْطَيْنِ نَنتَسِبُ ۰۞۰ نَسَبًا مَافِيْهِ مِنْ دَخَنِ
Wa ilâs-sibthoini nantasibu, nasabân mâ fîhi min dakhoni
Kepada kedua cucunya kami berketurunan, Keturunan suci bersih dari kotoran

كَمْ إِمَامٍ بَعْدَهُ خَلَفُوْا ۰۞۰ مِنْهُ سَادَةٌ بِذَاعُرِفُوْا
Kam imâmin ba’dahu kholafû, minhu Sâdâtun bidzâ ‘urifû
Banyak Imam yang menggantikan sesudahnya, dengan gelar Sayyid mereka dikenal

وَبِهَذَاالْوَصْفِ قَدْ وُصِفُوْا ۰۞۰ مِنْ قَدِيْمِ اْلدَّهْرِ وَاْلزَّمَنِ
Wa bihâdzâl washfi qod wushifû, min qodîmid-dahri wazzamani
Dengan gelar itu benar-benar mereka disebut. Dari sepanjang tahun dan zaman

مِثْلُ زَيْنِ اْلعَابِدِيْنَ عَلِيْ ۰۞۰ وَابْنِهِ اْلبَاقِرِخَيْرِ وَلِيْ
Mitslu Zainil ‘Âbidîna ‘Alî, wabnihil-Bâqiri khoiri walî
Seperti Zainal Abidin yakni Ali, dan putranya Baqir itu sebaik-baiknya wali

وَالْإِمَامِ الصَّادِقِ الْحَفِلِ ۰۞۰ وَعَلِيٍّ ذِي الْعُلَى الْيَقِنِ
Wal imâmish-Shôdiqil hafili, wa ‘Aliyyin dzîl ‘ulâl yaqini
Dan Imam Ja’far Ash-Shodiq yang penuh keberkahan. Dan Ali yang mempunyai ketinggian dan keyakinan

فَهُمُ الْقَوْمُ الَّذِيْنَ هُدُوْا ۰۞۰ وَبِفَضْلِ اللّٰهِ قَدْسَعِدُوْا
Fahumul qoumulladzîna hudû, wa bifadl-lillâhi qod sa’idû
Merekalah kaum yang memperoleh hidayah. Dan dengan karunia Allah mereka benar-benar bahagia

Baca Juga:  Doa Nabi Nuh Saat Banjir dan Hujan Deras

وَلِغَيْرِاللّٰهِ مَاقَصَدُوْا ۰۞۰ وَمَعَ الْقُرْآنِ فِيْ قَرَنِ
Wa lighoirillâhi mâ qoshodû, wa ma’al qur-ãni fî qoroni
Kepada selain Allah mereka tak bertujuan. Dan beserta Al-Quran mereka berpegangan.

أَهْلُ بَيْتِ الْمُصْطَفَى الطُّهُرِ ۰۞۰ هُمْ أَمَانُ الْأَرْضِ فَادَّكِرِ
Ahlu baitil Mushthofâth-thuhuri, hum amânul ardhi faddakiri
Ahli rumah nabi pilihan yang disucikan. Mereka itu pengaman bumi, maka ingatlah

شُبِِّهُوْا بِالْأَنْجُمِ الزُّهُرِ ۰۞۰ مِثْلَ مَا قَدْجَاءَ فِي السُّنَنِ
Syubbihû bil anjumiz-zuhuri, mitsla mâ qod jâ,a fîs-sunani
Mereka itu bagaikan bintang gemerlapan. Perumpamaan itu telah benar-benar datang di dalam hadits Nabi

وَسَفِيْنٌ لِلنَّجَاةِ إِذَا ۰۞۰ خِفْتَ مِنْ طُوْفَانِ كُلِِّ أَذَاى
Wa safînun linnajâti idzâ khifta min thûfâni kulli adzâ
Dan bagaikan bahtera penyelamat ketika engkau takut dari topan badai segala duka

فَانْجُ فِيْهَا لَاتَكُوْنُ كَذَا ۰۞۰ وَاعْتَصِمْ بِاللهِ وَاسْتَعِنِ
Fanju fîhâ lâ takûnu kadzâ, wa’tashim billâhi wasta’ini
Maka selamatlah engkau di dalamnya tiada khawatir lagi. Dan berpegang teguhlah kepada Allah serta mohonlah pertolongan.

رَبِّ فَانْفَعْنَا بِبَرْگتِهِمْ ۰۞۰ وَاهْدِنَااْلحُسْنَی بِحُرْمَتِهِمْ
Robbi fanfa’nâ bibarkatihim wahdinâl husnâ bi hurmatihim
Ya Allah, dengan barokah mereka, berila kami kemanfaatan. Dan dengan kehormatan mereka, tunjukkan kami kepada kebaikan

وَأُمِتْنَا فِی طَرِيْقَتِهِمْ ۰۞۰ وَمُعَافَاةٍ مِنَ الْفِتَنِ
Wa amitnâ fî thorîqotihim, wa mu’âfâtin minal fitani
Dan wafatkanlah kami di jalan mereka, dan selamat dari segala fitnah

 

Makna Qasidah Ya Rasulullah Salamun Alaik

Qasidah “Ya Rasulullah Salamun Alaik” adalah sebuah ungkapan penghormatan dan rasa cinta yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW. Kata-kata dalam qasidah ini menciptakan atmosfer kerinduan dan pengagungan kepada Rasulullah yang sangat dihormati dalam agama Islam.

Dalam qasidah ini, “Ya Rasulullah Salamun Alaik” merupakan ucapan salam kepada Nabi Muhammad SAW. “Salamun Alaik” secara harfiah berarti “Keselamatan atasmu.” Ini adalah ungkapan yang umumnya digunakan oleh umat Islam ketika berdoa atau berbicara tentang Nabi Muhammad SAW. Dengan kata lain, qasidah ini adalah cara bagi umat Islam untuk menyampaikan rasa hormat, cinta, dan penghormatan mereka kepada Nabi mereka.

Baca Juga:  Ijazah Dzikir Tarekat Sammaniyah

Makna dari qasidah ini mencerminkan keinginan untuk merenungkan keagungan dan kepribadian Nabi Muhammad SAW serta untuk memohon berkah dan pertolongan dari Allah SWT melalui wasilah (perantara) Nabi. Ini juga mengingatkan umat Islam akan pentingnya mencintai, menghormati, dan mengikuti teladan Nabi dalam kehidupan mereka sehari-hari. Dengan kata lain, qasidah ini adalah ekspresi cinta, penghormatan, dan rindu yang mendalam terhadap Nabi Muhammad SAW dalam bentuk lirik yang indah.

 

 

Penutup

Itulah beberapa informasi tentang Lirik Qasidah Ya Rasulullah Salamun Alaik yang bisa SlingaDigital Bagikan. Dengan mengakhiri artikel ini, mari kita tetap merenungkan makna dan pesan yang terkandung dalam lirik Qasidah “Ya Rasulullah Salamun Alaik”. Qasidah ini menggambarkan cinta dan penghormatan yang tak terhingga kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga kecintaan dan kekaguman kita terhadap beliau senantiasa membimbing langkah-langkah kita dalam meniti jalan yang lurus dan penuh kebaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *